Kampanye Ramadan UNHCR Indonesia: #SatuHariSatuPorsi
Kampanye Ramadan UNHCR Indonesia: #SatuHariSatuPorsi
Bagi banyak dari kita, berbuka puasa adalah rutinitas yang hampir selalu ada. Namun, bagi jutaan pengungsi di Sudan, Yaman, Suriah, bahkan para pengungsi di Indonesia, berbuka puasa adalah kepastian yang belum tentu bisa mereka nikmati. Ketika ada makanan, mereka terjebak dalam pilihan sulit: apakah dimakan saat berbuka atau saat sahur saja? Seringkali, para keluarga hanya bisa memilih salah satu, tak bisa keduanya.
Melalui kampanye #SatuHariSatuPorsi, UNHCR mengajak kamu untuk menyisihkan sedekah secara rutin selama Ramadan untuk mereka yang hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan. Melalui #SatuHariSatuPorsi, kamu telah membantu menyediakan satu porsi makanan berbuka puasa bagi pengungsi.
Cerita Idris: Hidup dalam Ketidakpastian
Idris adalah seorang pengungsi dari Myanmar. Seperti banyak pengungsi lainnya, ia dan keluarganya hidup dalam ketidakpastian, tidak tahu sampai kapan mereka bisa tinggal di tempat yang aman, dan apakah besok masih ada makanan untuk dimakan.
Kondisi ini semakin berat sejak krisis dana bantuan kemanusiaan yang dialami UNHCR sejak tahun lalu. Berkurangnya bantuan membuat kehidupan Idris dan keluarganya berada di titik yang semakin rapuh.
“Saya tidak tahu akan tinggal di mana dan makan apa jika bantuan UNHCR mengalami krisis dan tak ada keberlanjutan,” kata Ayah dari empat anak ini.
Keluarga Idris bersama tim UNHCR dan high profile supporter UNHCR, Mostafa Atef.
Bagi Idris, bantuan kemanusiaan bukan sekadar dukungan, tetapi penopang hidup. Dengan keterbatasan aturan yang tidak memperbolehkan pengungsi bekerja, hidup mandiri terasa seperti angan-angan yang sulit mereka gapai.
Idris adalah satu dari jutaan pengungsi yang menghadapi beban berlipat dalam hidupnya.
Saat ini, jutaan pengungsi di dunia masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan paling dasar: makanan, tempat tinggal, air bersih, dan layanan kesehatan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan, keterbatasan dana membuat bantuan kemanusiaan semakin terancam. UNHCR menghadapi funding cut atau pemotongan dana bantuan kemanusiaan sejak tahun lalu.
Di Yaman, lebih dari 19,5 juta orang membutuhkan perlindungan dan bantuan kemanusiaan.
Di Sudan, sekitar 26 juta orang mengalami kelaparan parah dan kondisi krisis pangan.
Di Suriah, 90 persen penduduk hidup dalam kemiskinan, dan 12,9 juta orang mengalami kekurangan pangan.
Di Afghanistan, jutaan orang terjebak dalam kemiskinan dan kelaparan akibat runtuhnya kondisi ekonomi.
#SatuHariSatuPorsi darimu membantu pengungsi:
- Mendapatkan makanan dan bantuan dasar
- Bertahan hidup di tengah krisis, perang, kekerasan
- Tidak menjalani hari-hari dalam kelaparan dan ketidakpastian
Di bulan suci Ramadan, kepedulian yang kamu lakukan hari ini bisa mengubah hidup pengungsi.
Ramadan Ini, Hadirkan Kepastian untuk Berbuka
Ramadan adalah bulan berbagi dan empati. Melalui #SatuHariSatuPorsi, kamu bisa ikut memastikan tidak ada pengungsi yang merasa dilupakan atau sendirian.
Bergabunglah dalam kampanye ini:
- Kunjungi laman Ramadan 2026 | #SatuHariSatuPorsi untuk tahu lebih banyak tentang kampanye ini dan berdonasi.
- Ikuti kami di media sosial: Instagram, Facebook, X, TikTok, dan YouTube
- Bagikan kampanye ini dengan hashtag #SatuHariSatuPorsi untuk menyebarkan kampanye ini.
Tentang UNHCR
UNHCR, Badan PBB Urusan Pengungsi, adalah organisasi global yang didedikasikan untuk menyelamatkan nyawa, melindungi hak-hak, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena konflik dan penganiayaan. Kami memimpin aksi internasional untuk melindungi para pengungsi, komunitas yang terlantar, dan orang-orang tanpa kewarganegaraan. Kami memberikan bantuan penyelamatan jiwa, menjaga hak asasi manusia yang mendasar, dan mengembangkan solusi yang memastikan bahwa orang-orang memiliki tempat yang aman untuk disebut rumah—tempat di mana mereka dapat membangun masa depan yang lebih baik. Kami juga bekerja agar orang-orang tanpa kewarganegaraan dapat memperoleh kewarganegaraan.
Kami beroperasi di lebih dari 130 negara, menggunakan keahlian kami untuk melindungi dan merawat jutaan orang.