Close sites icon close
Search form

Search for the country site.

Country profile

Country website

Kepala UNHCR Barham Salih mendesak perlindungan warga sipil dan dukungan berkelanjutan seiring eskalasi di Lebanon terus berlanjut

Press releases

Kepala UNHCR Barham Salih mendesak perlindungan warga sipil dan dukungan berkelanjutan seiring eskalasi di Lebanon terus berlanjut

15 April 2026
A man in a suit speaks to a family in an open area filled with tents and vehicles

UN High Commissioner for Refugees Barham Salih (centre) speaks to internally displaced Lebanese families in Beirut.

BEIRUT – Perlindungan warga sipil di Lebanon serta dukungan internasional yang berkelanjutan terhadap respons yang dipimpin pemerintah dalam menghadapi krisis pengungsian besar di negara tersebut sangatlah mendesak, ujar Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Barham Salih, pada hari Rabu. Saat ini, seperlima populasi Lebanon telah mengungsi, dengan kebutuhan yang terus meningkat setiap hari. Salih juga mendesak agar konflik segera diakhiri sebelum semakin tidak terkendali.

Dalam kunjungan resmi pertamanya ke Lebanon sebagai kepala UNHCR, Salih menegaskan kembali solidaritas Badan PBB untuk Urusan Pengungsi terhadap Lebanon dan rakyatnya. Ia menekankan komitmen berkelanjutan organisasi tersebut terhadap respons kemanusiaan serta kebutuhan mendesak akan dukungan internasional yang terus-menerus bagi upaya bantuan nasional, di tengah konflik yang masih berlangsung dan pengungsian berskala besar. Lebih dari 1 juta orang terpaksa mengungsi akibat serangan Israel dalam waktu kurang dari enam minggu.

“Apa yang saya saksikan di lapangan sangat memprihatinkan,” kata Salih. “Kerusakan sangat besar, dan kisah kehilangan serta penderitaan warga sipil sangat menyayat hati. Seluruh keluarga terpaksa mengungsi dan komunitas berada di ambang kehancuran. Kebutuhan terus meningkat setiap hari, dan komunitas internasional harus segera bertindak untuk melindungi warga sipil yang tidak bersalah, memberikan bantuan penyelamat jiwa, serta mencegah situasi memburuk menjadi bencana.”

Komisaris Tinggi tersebut mengunjungi wilayah terdampak di Beirut dan Lembah Bekaa, serta bertemu dengan keluarga-keluarga pengungsi di lokasi yang didirikan oleh pemerintah. Banyak dari mereka terpaksa meninggalkan rumah dalam waktu sangat singkat tanpa membawa barang pribadi, di tengah perintah evakuasi berulang yang memicu rasa takut dan ketidakpastian. Mereka menyampaikan keinginannya untuk kembali ke rumah meskipun terjadi kerusakan besar di kota dan desa mereka.

Sejak awal Maret, lebih dari 1 juta orang telah mengungsi di seluruh Lebanon, dengan lebih dari 2.100 kematian dan 7.000 luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon. Para pengungsi juga termasuk di antara korban, dengan 48 orang meninggal dan 116 luka-luka.

Lebih dari 140.000 orang kini berlindung di 684 tempat penampungan kolektif yang ditunjuk pemerintah, yang hampir semuanya telah penuh. Di antara para pengungsi terdapat warga Suriah yang sebelumnya melarikan diri ke Lebanon untuk mencari keselamatan, namun kini kembali harus mengungsi demi menyelamatkan nyawa mereka. Lebih dari 280.000 orang telah menyeberang ke Suriah sejak 2 Maret melalui tiga perlintasan resmi, termasuk hampir 238.000 warga Suriah dan sekitar 44.000 warga Lebanon.

UNHCR mendukung pemerintah dalam memimpin respons darurat untuk mengatasi krisis dan kebutuhan masyarakat, serta bekerja sama dengan otoritas lokal dan mitra kemanusiaan. Salih bertemu dengan Presiden Joseph Aoun, Perdana Menteri Nawaf Salam, Ketua Parlemen Nabih Berri, Wakil Perdana Menteri Tarek Mitri, Menteri Luar Negeri Youssef Raggi, serta Menteri Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah Ahmed Al-Hajjar.

UNHCR bersama mitra telah membantu lebih dari 196.000 pengungsi dengan menyediakan barang bantuan penting. UNHCR juga meningkatkan bantuan tempat tinggal darurat untuk menciptakan kondisi yang aman dan bermartabat bagi para pengungsi. Selain itu, UNHCR memberikan dukungan psikososial, bantuan tunai, serta layanan konseling perlindungan untuk membantu para pengungsi memulihkan dokumen yang hilang, bersatu kembali dengan keluarga, serta mengakses layanan dan tempat tinggal.

Namun, kebutuhan jauh melebihi sumber daya yang tersedia saat ini. UNHCR kembali menyerukan peningkatan pendanaan dan keterlibatan internasional agar respons dapat mengikuti kebutuhan yang terus meningkat dan mencegah situasi berkembang menjadi ketegangan yang lebih besar. Komunitas internasional harus terus mendukung Lebanon dan rakyatnya pada momen yang sangat krusial ini.

Kontak Media: